JAKARTA. Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar media gathering sekaligus buka puasa bersama insan pers sebagai langkah memperkuat komunikasi organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X. Dalam kesempatan tersebut, LDII memaparkan arah strategis organisasi di tengah ketidakpastian dinamika global.
Munas X LDII dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April 2026 dengan tema besar “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyatakan bahwa pemilihan tema tersebut merupakan respons langsung terhadap kondisi dunia yang sedang tidak menentu. Konflik geopolitik, seperti perang di Eropa Timur dan ketegangan di Timur Tengah, dinilai telah mengguncang tatanan geoekonomi global.
“Dampaknya sangat nyata, mulai dari terganggunya rantai pasok energi dan pangan hingga stabilitas perdagangan internasional. Kondisi ini adalah pengingat bahwa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional di segala aspek,” ujar KH Chriswanto dalam keterangannya.
Ia menekankan bahwa LDII berkomitmen mengambil peran melalui dakwah yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Menurutnya, saat dunia dilanda ketegangan, Indonesia memiliki peluang untuk tampil sebagai figur penjaga stabilitas dan persatuan.
“LDII ingin berkontribusi membangun masyarakat yang religius, rukun, dan memiliki kepedulian terhadap perdamaian dunia,” tambahnya.
Selain menjadi forum konsolidasi untuk menentukan kepengurusan periode 2026–2031, Munas X akan fokus pada penajaman "8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa". Beberapa isu krusial yang akan dibahas meliputi:
- Penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama.
- Peningkatan kualitas SDM melalui penguatan karakter masyarakat.
- Kemandirian ekonomi dan solidaritas sosial guna menghadapi volatilitas harga energi serta pangan dunia.

0 Komentar